Mengajari anak-anak tata krama butuh usaha tersendiri, dan harus dimulai sedini mungkin. Mungkin terlihat sepele, tetapi mengajarkan tata krama kepada anak-anak sangatlah penting. Anak-anak yang tumbuh tanpa mengerti cara menghargai, menghormati, bertoleransi, dan bertata-krama terhadap sesama manusia, cenderung sulit bersosialisasi di masyarakat luas.
Nah, “tugas” mengajarkan tata krama kepada anak-anak bukan saja kewajiban orangtua, tetapi juga guru, kerabat, dan anggota keluarga yang lain. Semua dapat bersama-sama saling bekerja sama mendidik dan mendukung anak untuk bertata-krama secara benar dan sopan.
HORMAT
Rasa hormat kepada orang yang lebih tua dan kepada sesama teman merupakan dasar utama dalam mengajarkan tata krama yang baik dan benar bagi anak-anak. Benar, belajar untuk menghormati adalah elemen yang sangat penting. Menghormati orangtua, guru, teman-teman dan keluarganya, serta menghormati diri mereka sendiri.
Pendidikan yang kita dapatkan sejak lama mengajarkan, sebaiknya setiap anak memanggil dengan sopan kepada orang yang lebih tua. Orang yang lebih muda harus menggunakan kata Bapak, Ibu, Kakak, dan sebagainya. Jangan pernah menyebut orang yang lebih tua dengan hanya menyebutkan namanya.
Anak-anak harus mendengarkan dengan sopan bila orang yang lebih tua sedang berbicara, menjawabnya bila diperlukan, dan tidak menyela pada saat mereka berbicara. Banyak pendapat yang mengatakan bahwa aturan tersebut terlalu resmi dan kaku sehingga kurang sesuai untuk diterapkan pada masa kini.
Lepas dari setuju atau tidak dengan pendidikan yang pernah kita dapatkan, yang terpenting adalah menetapkan aturan yang akan dipakai dalam mengajarkan tata krama pada anak Anda baik di rumah, di sekolah atau pun pada saat bertamu ke rumah tetangga. Misalnya saja cara anak meminjam pensil berwarna kepada teman sekelasnya, atau mengantri di loket pembayaran. Ajari anak untuk mengerti apa konsekuensi bila tata krama ini tidak dilakukan dengan benar dan baik.
DI MEJA MAKAN
Tata krama di meja makan dapat diajarkan kepada anak-anak sedini mungkin pada saat mereka mulai makan di meja makan. Banyak orangtua mengabaikan perlunya mengajarkan anak-anak menempatkan tangan di meja makan, misalnya, atau di mana harus menempatkan serbet.
Anak-anak tidak secara otomatis bisa tahu mengenai mana yang benar dan tidak. Tanpa tuntunan dari orang dewasa, anak-anak akan tumbuh menjadi manusia yang tidak mengerti tata krama yang paling dasar di meja makan.
Banyak, lho, orang yang gagal mendapatkan pekerjaan yang diidam-idamkan, atau gagal dalam menarik hati lawan jenis, hanya gara-gara disebabkan oleh tata krama yang kurang baik pada saat makan. Oleh karena itu, ajarkanlah tata krama yang benar dan baik ini sedini mungkin.
Hari libur merupakan saat yang tepat untuk mempraktekkannya. Ajari mereka cara menyiapkan meja makan dengan benar, dan katakan berulang kali etika makan yang paling umum yang harus diketahui oleh mereka. Misalnya saja mendahulukan orang yang lebih tua, cara mengambil makanan, tidak berbicara pada waktu makan, tidak meninggalkan meja makan bila yang lain belum selesai (kecuali terpaksa). Kenalkan juga mengenai berbagai macam makanan dari berbagai daerah atau negara serta cara menyantapnya yang benar.
BERTAHAP
Ajarkan tata krama secara bertahap. Anak akan kewalahan bila Anda mengajarkan berbagai macam etika pada saat bersamaan. Sebaiknya ada kerja sama antara guru dan orangtua. Guru memberitahukan kepada orangtua jenis tata krama yang sedang diajarkan, sehingga orangtua dapat mempraktekkannya di rumah.
Orangtua dapat menanyakan kepada guru mengenai perkembangan tata krama anaknya di sekolah. Percayalah, para guru dan para pendidik akan merasa senang bila Anda menanyakan kemajuan yang telah dicapai oleh anak Anda. Hal ini memperlihatkan kepedulian Anda kepada si kecil.
TIPS
Berikut ini beberapa kiat mengajar tata krama yang baik dan benar
*Beri pujian
Anak-anak memerlukan dukungan yang konstan dan positif dari orang-orang dewasa yang berada di lingkungannya. Mengajarkan anak bagaimana cara menyapa orang yang lebih tua atau cara bersalaman memerlukan latihan. Bila anak Anda lupa, jangan bosan untuk selalu mengingatkan mereka untuk bersikap sopan.
* Ajarkan menyumbang
Ajari si Kecil arti cinta kasih melalui kegiatan menyumbang dan berderma. Ajak anak-anak Anda untuk menyumbangkan pakaian atau barang bekas serta sembako kepada anak yatim piatu, kaum jompo dan kaum miskin.
* Berikan contoh nyata!
Jangan pernah berharap anak-anak dapat mempraktekkan tata krama yang baik dan benar bila Anda sendiri tidak mempraktekkannya. Anak selalu merekam dalam ingatannya semua sikap buruk yang Anda perlihatkan sehari-hari. Misalnya ayah yang menampar ibunya, atau ibu yang berbicara pada saat mulut penuh.
Anak-anak belajar segala sesuatu melalui pengamatan sehari-hari dan merekam semua yang dilihatnya. Oleh karena itu jangan terkejut bila anak Anda menegur pada saat melihat Anda berbicara dengan mulut penuh.